Sugeng Rawuh

Sugeng Rawuh Wonten Ing http://respatimelayu-rerespati.blogspot.com

Jumat, 01 Oktober 2010

Tragedi Bintaro

"apa kabar kereta yang terkapar di senin pagi...
di gerbongmu ratusan orang yang mati...
hancurkan mimpi bawa kisah...
airmata...airmata...."

Ya. itulah sepenggal lirik dari lagu Iwan Fals yang menceritakan kepedihan sebuah bencana. Artikel kali ini mengenai Tragedi Kereta 19-10-1987, atau yang lebih dikenal sebagai Tragedi Bintaro yang terjadi pada tanggal 19 Oktober 1987 di Bintaro, Jakarta Selatan tepatnya di Lengkungan “S” sekitar 200 meter setelah Palang Pintu Pondokbetung dan 8 km sebelum Stasiun Sudimara. Berikut ini detik-detik yang menegangkan tersebut.

Tanggal 19 Oktober 1987 Pukul 06.45, akan menjadi detik-detik yang akan tercatat dalam Sejarah Perkeretapian Indonesia. KA 225 Jurusan Rangkasbitung-Jakartakota yang dipimpin oleh Masinis Slamet Suradio, Asisten Masinis Soleh serta Kondektur Syafei, berhenti di Jalur 3 Stasiun Sudimara dengan ± 700 penumpang dan ditarik oleh Lokomotif BB30316. Kereta tersebut bersilang dengan KA Cepat 220 Jurusan Tanah Abang-Merak yang dipimpin oleh Masinis Amung Sunarya dan Asisten Masinis Mujiono dengan ± 500 penumpang dan ditarik oleh Lokomotif BB30616, di Jalur 2 Stasiun Kebayoran Lama.

Di St. Sudimara sendiri, di Jalur 3 terdapat KA 1035 Indocement dan di Jalur 2 terdapat Gerbong Kosong Rusak. Menanggapi hal tersebut, Djamhari yang menjabat sebagai Kepala PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api) St. Sudimara, memberitahukan persilangan di St. Kebayoran Lama. Namun Umriyadi, Kepala PPKA St. Kebayoran Lama menolak pemindahan persilangan KA dan tetap meminta persilangan dilakukan di St. Sudimara. Yang kemudian akhirnya persilangan dilakukan di St. Sudimara.

Lalu Djamhari mengosongkan Jalur 2 untuk menampung KA Cepat 220 yang telah diberangkatkan Pukul 06.50 atas izin PPKA St. Kebayoran Lama, dengan memindahkan KA 225 ke Jalur 1. Djamhari memerintahkan Juru Langsir untuk melangsir KA 225 ke Jalur 1. Kemudian untuk memberi peringatan kepada Masinis dan penumpang, Juru Langsir mengibaskan Bendera Merah menuju Lokomotif KA 225 dan meniup peluit Semboyan 46 tanpa membatalkan perintah persilangan yang “terlanjur” diberikan kepada Masinis KA 225.

Masinis KA 225 mendengar Semboyan 46 Juru Langsir tersebut, tetapi ia tak dapat memastikan apakah telah ditunjukkan Semboyan 40 atau tidak (karena kondisi Lokomotif yang penuh sesak). Kemudian ia menanyakan kepada penumpang yang berdiri di luar Lokomotif, dan dijawab telah waktunya untuk berangkat. Masinis pun membunyikan Semboyan 41, disusul Semboyan 35. Ia tidak menyadari bahwa belum diberikan Semboyan 40 oleh PPKA St. Sudimara. Dan celakanya, ia mengira itu adalah semboyan yang telah diberikan PPKA adalah untuk memberangkatkan KA (berdasar jawaban penumpang), padahal itu adalah semboyan 46 untuk melangsir KA.

Akhirnya pukul 07.00 KA 225 pun berangkat tanpa izin dari PPKA St. Sudimara menuju “tujuan yang tak akan pernah tercapai”. Kontan semua petugas St. Sudimara panik hebat, terutama Juru Langsir yang kemudian mengejar KA 225 dan berhasil naik di Gerbong paling belakang. Beberapa Petugas KA pun mengejar dengan Motor. Djamhari pun mengibas-ngibaskan Bendera Merah dan menaikturunkan Sinyal Palang KA yang menggerakkan Sinyal Masuk arah Kebayoran Lama. Tapi tak satupun terlihat oleh Masinis KA 225. Kemudian Djamhari pun mengejar KA 225 dan berteriak-teriak, “Tolong… Pasti Tabrakan…Tolong… Pasti Tabrakan!!” Namun tak satupun usahanya membuahkan hasil, dan ia kembali ke St. Sudimara dan menghubungi PPKA St. Kebayoran Lama agar mengusahakan KA Cepat 220 diberhentikan di Palang Pintu Pondokbetung.

Djamhari akhirnya mencoba usaha terakhirnya dengan membunyikan Semboyan Bahaya ke Bel Genta Perlintasan. Namun sialnya, Petugas Palang Pintu Pondokbetung tidak hafal Semboyan Genta dan menganggapnya sebagai Bel Genta Percobaan. Akibatnya fatal, KA Cepat 220 berjalan lurus melewati Palang Pintu Pondokbetung tanpa diberhentikan oleh Petugas Palang Pintu Pondokbetung.

200 meter kemudian, Malaikat Maut pun turun ke bumi. KA 225 telah 8 km meninggalkan St. Sudimara dan berjalan Half-Speed (45 km/h), dan KA Cepat 220 berjalan Low-Speed (25 km/h). Mereka bertemu di Lengkungan “S”. Masinis KA 225, Slamet Suradio terkejut melihat KA Cepat 220, dan berusaha mengerem KA. Secara teoritis, hal tersebut tak akan berhasil, karena KA pada kecepatan 50 km/h saja membutuhkan 400 meter untuk dapat berhenti dengan total.

Pukul 07.10 suara benturan sangat keras mengiringi saling bertabrakannya kedua KA. Masinis & Asisten KA Cepat 220 selamat, karena berjongkok di Lantai Lokomotif. Namun Masinis & Asisten KA 225 luka parah. Karena Massa yang sangat besar, mengakibatkan masing-masing Lokomotif seakan tertelan masing-masing Gerbong (Telescopic Effect). Berdasarkan informasi dari Harian Suara Pembaruan, 72 orang tewas seketika, 200 lebih tewas karena sekarat, 300 lebih luka-luka.

Tragedi ini sangat mengguncangkan Indonesia, terutama Jakarta. Dan dikategorikan sebagai Kecelakaan KA Terbesar se-Indonesia. Sebelumnya, tanggal 20 September 1968, kecelakaan serupa pernah pula terjadi di Desa Ratujaya, Depok (sekitar 1 km setelah St. Depok), antara Kereta Cepat dan Kereta Lambat, 116 orang tewas seketika dan 67 orang luka-luka.

Kamus Kecil:
1.Semboyan 35: Ketika Masinis membunyikan Horn (Klakson) KA, sebagai Tanda KA akan diberangkatkan
2.Semboyan 40: Ketika Petugas Peron memberikan Sinyal Hijau kepada Kondektur KA, tanda jalur telah aman untuk dilalui
3. Semboyan 41: Ketika Kondektur membunyikan Peluit sebagai respon atas dimengertinya Semboyan 40 yang telah diberikan
4.Semboyan 46: Ketika Juru Langsir meniup peluit dan mengibaskan Bendera Merah, sebagai tanda kepada masinis dan penumpang bahwa KA akan segera dilangsir


Sembilan belas Oktober tanah Jakarta berwarna merah. Meninggalkan tanya yang tak terjawab, bangkai kereta lemparkan amarah. Air mata... air mata....

Rabu, 08 September 2010

Traktat

Traktat adalah perjanjian yang diadakan oleh 2 negara atau lebih yang mengikat tidak saja kepada masing - masing negara itu melainkan mengikat pula warga negara - negara dari negara - negara yang berkepentingan.
  • Traktat adalah perjanjian yang dibuat antar negara, 2 negara atau lebih
  • Merupakan perjanjian internasional yang dituangkan dalam bentuk tertentu
  • Perjanjian terjadi karena adanya kata sepakat dari kedua belah pihak (negara) yang mengakibatkan pihak - pihak tersebut terikat pada isi perjanjian yang dibuat
  • Trakat ini juga mengikat warga negara dari negara - negara yang bersangkutan
  • Dapat dijadikan hukum formal jika memenuhi syarat formal tertentu, misalnya dengan proses ratifikasi
  • Asas perjanjian "Pacta Sun Servanda"

Selasa, 01 Juni 2010

You'll Be In My Heart


Come stop your crying
It will be all right
Just take my hand
Hold it tight

I will protect you
From all around you
I will be here
Don't you cry

For one so small
You seem so strong
My arms will hold you
Keep you safe and warm
This bond between us
Can't be broken
I will be here
Don't you cry

[Reff]
'Cause you'll be in my heart
Yes, you'll be in my heart
From this day on
Now and forever more

You'll be in my heart
No matter what they say
You'll be in my heart, Always

Why can't they understand
The way we feel?
They just don't trust
What they can't explain
I know we're different, but
Deep inside us
We're not that different at all

[Repeat Reff]

Don't listen to them
'Cause what do they now?
We need each other
To have, to hold
They'll see in time
I know

When destiny calls you
You must be strong
I may not be with you
But you've got to hold on
They'll see in time
I know
We'll show them together

[Repeat Chorus]

Oh, you'll be in my heart (You'll be in my heart)
No matter what they say (I'll be with you)
You'll be in my heart
I'll be there always
Always

I'll be with you
I'll be there for you always
Always and always
Just look over your shoulder
Just look over your shoulder
Just look over your shoulder
I'll be there always

Senin, 08 Maret 2010

Kanashimi wo Yasashisa ni

Sousa kanashimi wo yasashisa ni
Jibun rashisa wo chikarani
Mayoi nagara demoii arukida shite
Mou ikkai

Dareka no kitai ni zottu kotae
Homerarerunoga suki nano desuka
Naritai jibun wa surikaetemo
Egao wa itsudemo suteki desuka?

Hajimari dake yume mite okiru
Sono saki nara itsuke jibun no u de de

Souda daiji na mono wa itsumo
Katachi no nai mono dake
Teni iretemo nakushitemo
Kizukan u mama

Sousa kanashimi wo yasashisa ni
Jibun rashisa wo chikara ni
Mayoi nagara demoii arukidashite
Mou ikkai

Rabu, 27 Januari 2010

Kembali Ke Jakarta

Di sana rumahku
Dalam kabut biru
Hatiku sedih
Di hari minggu
Di sana kasihku
Berdiri menunggu
Di batas waktu
Yang telah tertentu

Reff.
Ke jakarta aku kan kembali
Walaupun apa yang kan terjadi

Kembali ke reff.

Pernah kualami
Hidupku sendiri
Temanku pergi
Dan menjauhi
Lama kumenanti
Ku harus mencari
Atau ku tiada
Dikenal lagi

Kembali ke reff

Sabtu, 09 Januari 2010

Grup Detektif Cilik Yang Suka Petualangan!

1. HIROSHI AGASA "Ilmuwan tetangga Kudo.Dia hidup dari hasil menjual barang penemuannya.Dia adalah orang yang memahami Conan dan jugasuka menolong Grup Detektif Cilik.Dia sering membawapiknik Grup Detektif Cilik dan saat ini dia tinggalbersama Ai Haibara."

2. AI HAIBARA "Gadis yang tubuhnya mengecil karena obat yangsama seperti Conan ketika berusaha meloloskan diridari Organisasi Hitam . Dia diselamatkan olehProfesor Agasa dan saat ini tengah melakukanpenelitian penawar racun.Terkadang ia mengucapkan kata-kata yang dalam artinya."

3. AYUMI YOSHIDA"Polos dan ramah, keberadaanya menjadi idolaGrup Detektif Cilik. Dia suka Conan dan bisa bergaul dengan siapa saja. Mood maker yang mampu menenangkan situasi dengan kata-katayayang polos dan senyumnya yang lembut"

4. MITSUHIKO TSUBURAYA"Teman sekelas Conan yang orangnya serius danmenjunjung tinggi kerja sama. Cerdas dan selalubertutur kata sopan pada siapa pun. Dia memilikisisi dewasa untuk anak seusianya."

5. GENTA KOJIMA"Teman sekelas Conan yang menyatakan diri sebagaipemimpin Grup Detektif Cilik. Orangnya rakus sukamakan kue punyaa orang lai dan suka salah bicara,tapi punya rasa keadilan yang kuat."

Sumber : Komik Detektif Conan Vol. 49

End Of Detective Conan

Detective Conan, Shinichi Kudo, Ran Mouri, dan Kaito Kid, adalah beberapa nama yang tidak asing ditelinga para anime lovers. Yup, nama-nama tersebut merupakan tokoh yang populer di sebuah komik detektif Jepang yang lumayan terkenal,(sebenernya ga lumayan lagi sih, emang terkenal). And semua juga pasti udah tau kan, plot cerita inti atau utamanya, yaitu Shinichi, seorang otaku kasus yang juga merupakan seorang detektif SMU yang tampan, dingin, dan terlihat santai, diracuni oleh sebuah organisasi yang disebut “Organisasi Jubah Hitam”, dengan obat yang mereka produksi sendiri. Shinichi berubah menjadi anak kecil yang berumuran sekitar anak kelas satu SD. Sampai sekarang, Shinichi masih berwujud seperti itu dan tinggal dirumah teman semasa kecilnya, Ran Mouri, yang merupakan anak dari Detektif Swasta “nggak laku”, Kogoro Mouri. Dia memilih untuk tinggal disana karena ingin mencari informasi mengenai Organisasi Jubah Hitam, dia pikir, siapa tahu ada Detektif swasta tersebut mengusut kasus yang ada hubungannya dengan Organisasi. Berbekal alat aneh yang dibuat oleh Profesor Agasa, tetangganya, ia kemudian memecahkan kasus yang dihadapi oleh Kogoro Mouri dengan berbagai cara, hingga akhirnya detektif sepi itu menjadi laku. Gosipnya, sebentar lagi Conan akan tamat, tepatnya pada jilid ke-57. Akan tetapi, hingga sekarang, di jilid 52,masih belum ada informasi yang sangat jelas tentang organisasi itu. Shinichi masih berwujud Conan, dan Ran semakin curiga kepadanya. Lalu, bagaimanakah Detektif Conan akan berakhir? Akankah Happy Ending, or Sad Ending?

Nah, melalui artikel ini, saya membuka kesempatan selebar-lebarnya kepada para pembaca sekalian, untuk mengeluarkan pendapatnya atau mungkin keinginannya bagaimana akhir dari komik detektif yang semakin lama semakin membingungkan ini? Silahkan tulis apa saja yang ada di unek-unek anda mengenai komik ini. Jangan sampai kelewatan lho ya, sebelumnya, terima kasih.